Kuningan - Obrog merupakan seni tradisi yyang dilakukan untuk membangunkan warga saat sahur pada Ramadan.
Pemain obrog merupakan sekelompok grup musik yang terdiri dari sejumlah pemuda di bloknya masing-masing. Mereka biasanya berkeliling kampung sekitar pukul 01.00 hingga 03.30 WIB, dengan mempersembahkan lagu-lagu dangdut yang dilantunkan oleh penyanyinya.
Festival Obrog di Desa Cinagara ini digagas oleh warga perantauan Cinagara yaitu KOWACI (Komunitas Warga Cinagara) dengan ketuanya yaitu Bapak Ajat. Ada lima grup obrog yang tampil masing2 dari perwakilan blok/dusun diantaranya Dusun Kaliwon , Puhun , Pahing , Manis dan Dusun Cisoka. Festival obrog ini dimulai pukul 20.00 wib bertempat di alun2 Balai Desa Cinagara pada Senin 31/03/2025
Setiap penampilan peserta selalu di iringi tepuk tangan dan gemuruhnya suara yang hadir teriakan2 memberikan semangat kepada para peserta tim obrog pujaannya. Suasana semakin meriah saat semua berjoged dan menberikan saweran. ditengah dentuman musik obrog juga terlihat semburan cahaya warna warni kembang api juga suara letupan petasan suar yang menambah semaraknya festival obrog.
Ajat sebagi ketua Kowaci menyampaikan bahwa festival obrog ini harus dipertahankan dan akan dijadikan agenda tahunan Kowaci dalam memeriahkan setiap Idul Fitri.
Adapun hadiah yang diberikan setiap tahunnya berbeda , untuk tahun sekarang masing2 peserta mendapatkan uang pembinaan atau uang kadedeuh
Tarya Kuwu Cinagara dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan terima kasih banyak khususnya kepada warga perantauan KOWACI yang telah menggagas dan mempasilitasi festival seni obrog sebagai musik khas daerah Kuningan
" Saya ucapkan banyak terima kasih pada semua warga masyarakat desa Cinagara khususnya warga perantauan KOWACI (Komunitas Warga Cinagara) yang telah mengadakan festival seni obrog ini , mudahan seni obrog ini tetap terpelihara dan menjadi agenda tahunan Kowaci setiap Idul Fitri." Pungkasnya. //Red